diriku masih terdampar
dipulau hatimu..
yang penuh dengan aral..
membunuh semua cinta
yang tumbuh dikala seyum simpulmu
terbesit diwajah anggunmu..
namun,,kau tak peduli
dengan rasa yang mengakar
dinadi ini
aku pun tak menyangka
ahirnya seperti ini..
padahal aku mengharapkan
happy ending dalam sekelumit
kisah ini..
aku tau..
engkaupun tak ingin hal ini..
namun zaman telah merubah
sebuah kenyataan
yang sebenarnya aku tak mampu
menopang semua ini.
aku hanya bisa
menghitung ribuan bintang
dilangit
berharap..
bidadari menghampiri hati ku yang mati.
aku sadari..
cinta ini hanya sebatas maya..
yang tak kunjung real
didunia fana ini.
kau bilang
" semua ini tertunda"
sampai kapan aku menunggu???
pnm,31 dec 2009
Rabu, 30 Desember 2009
sekilas tentang ku..

aku lahir disebuah desa yang bernama desa pauh angit yang berlokasi dikecamatan pangean kabupaten kuansing provinsi riau. Didalam keluarga, akulah satu-satunya cowok dari lima saudara. dari kecil aku sudah terbiasa susah dan selalu banting tulang untuk biaya hidup dan sekolah.namun, hal ini tidak membuat aku surut untuk menggapai cita-cita yang aku gantung diantara kejora.dulu aku sekolah di SDN 026 dan sekarang sekolah itu berganti nama menjadi SDN 011 pauh angit. SMP pun aku masuk SMP N 1 Pangean yang terletak dipasar baru pangean. setelah itu, aku masuk di SMA N 1 pangean. dengan kemauan yang keras, aku melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi..aku kuliah di UIN SUSKA RIAU dengan jalur PBUD..selama kuliah, aku pernah mencalonkan diri menjadi wakil bupati jurusan namun, hajat itu kandas..alternatif lain yang aku lakuin adalah bergabung dengan LPM Gagasan.
awal kuliah sebenarnya aku bingung..tanpa modal aku ingin juga kuliah,,sehingga muncul dibenakku menjadi penjaga mesjid namun,hal itu tidak terlaksana karena ada abang satu kampung ku yang boleh dikatakan sudah berhasil dipekanbaru ini..akupun sibuk mencarinya dan..ahirnya..dengan senang hati dia menerima ku apa adanya..namanya bang John..aku akan selalu mengenang jasanya sampai kapan pun..
setelah selesai kuliah,,aku pengen mendirikan sebuah taman bacaan dikampung ku..dari mulai kuliah, aku udah menyimpan berbagai macam bacaan,mulai dari koran sampai kemajalah.semoga aja hal ini tercapai..amiin..
Senin, 28 Desember 2009
Asa yang Punah
aku raba malam yang diapit
sunyi...
mengikis riuh dikala
senja...
menghantarkan sejuta tanya didalam
sukma..
menerawang asa nan jauh
dipuncak eiffel yang ditikam seribu
duka lara..
mampukah aku mencapainya????
ah...aku tak peduli
lantas aku berlari kembali
mencari cinta yang terhenti
memburu seuntai asa
disudut nirwana
keraguanpun mulai menyelimuti
setiap langkah ku
yang terayun mulai terhenti
ketika orang sangsi
terhadap rasa yang punah ditelan
tsunami...
menjadikan diriku,
pemimpi kecil yang kerdil
terlunta-lunta digurun yang
gersang..
mungkin,,
aku hanya secarik kertas
dimasa lalu
yang buram amburadul tanpa arti
menyisip diantara kumpulan yang
dosortir
pnm,28 dec 2009
sunyi...
mengikis riuh dikala
senja...
menghantarkan sejuta tanya didalam
sukma..
menerawang asa nan jauh
dipuncak eiffel yang ditikam seribu
duka lara..
mampukah aku mencapainya????
ah...aku tak peduli
lantas aku berlari kembali
mencari cinta yang terhenti
memburu seuntai asa
disudut nirwana
keraguanpun mulai menyelimuti
setiap langkah ku
yang terayun mulai terhenti
ketika orang sangsi
terhadap rasa yang punah ditelan
tsunami...
menjadikan diriku,
pemimpi kecil yang kerdil
terlunta-lunta digurun yang
gersang..
mungkin,,
aku hanya secarik kertas
dimasa lalu
yang buram amburadul tanpa arti
menyisip diantara kumpulan yang
dosortir
pnm,28 dec 2009
Minggu, 27 Desember 2009
artimu..!!!!!!
meski mentari tlah berselimut
lelap bersama dinginnya malam
diperaduannya...
membekukan semua hati..
memejamkan mata yang lelah.
namun,,aku masih
tersudut dikota ini...
memanjatkan seribu doa
buat dirimu....
supaya mimpi indah menghiasi tidurmu..
dan aku bangunkan
seluruh malaikat untuk menjagamu
dari iblis...
andai mentari tau,
arti bisikan rintik-rintik gerimis malam ini.
mungkin dia gak akan meninggalkan siang..
begitu juga artimu bagiku
pnm,27 dec 2009
lelap bersama dinginnya malam
diperaduannya...
membekukan semua hati..
memejamkan mata yang lelah.
namun,,aku masih
tersudut dikota ini...
memanjatkan seribu doa
buat dirimu....
supaya mimpi indah menghiasi tidurmu..
dan aku bangunkan
seluruh malaikat untuk menjagamu
dari iblis...
andai mentari tau,
arti bisikan rintik-rintik gerimis malam ini.
mungkin dia gak akan meninggalkan siang..
begitu juga artimu bagiku
pnm,27 dec 2009
Selasa, 15 Desember 2009
Nasehat Emak; Merantau
Nak, pergilah engkau merantau
Jangan lupa bawa sebilah pisau,
Supaya terhindar dari yang merisau
Yang akan membuatmu kusau.
Pergilah nak, sejauh engkau dapat
Mengarungi malamyang pekat,
Sampai disana gual gendang dengan kuat
Supaya badan tidak tersesat.
Nak, pergilah kenegeri seberang
Disana carilah induk semang,
Supaya engkau hidup senang
Dan, enak tolong sikenang.
Nak, larilah sebelim engkau usur
Dan elok-elok tersungkur,
Pakailah sikap lurus dan jujur
Moga engkau orang yang mujur.
Nak, tak usah tengok kebelakang
Lawanlah badai penghadang,
Jangan engkau pulang
Sebelim engkau jadi orang.
Nak, terbanglah bak elang pulai
Melonpatlah bak tupai,
Disana janganlah engkau lalai
Supaya cita-citamu tercapai.
Nak, emak hanya bias berkoar
Supaya engkau tak masuk bondar,
Meskipun engkau terkapar
Tauhidmu, tolomg jangan pudar.
Nak, lihatlah bangau itu terbang
Lalu turun menuju kubang,
Jika engkau telah menjadi orang
Bergegaslah engkau pulang.
pnm, 16 nov 2009
karya : wirman susandi
mahasiswa uin suska riau
jurusan BK angkatan 08
cp :085278057932
Jangan lupa bawa sebilah pisau,
Supaya terhindar dari yang merisau
Yang akan membuatmu kusau.
Pergilah nak, sejauh engkau dapat
Mengarungi malamyang pekat,
Sampai disana gual gendang dengan kuat
Supaya badan tidak tersesat.
Nak, pergilah kenegeri seberang
Disana carilah induk semang,
Supaya engkau hidup senang
Dan, enak tolong sikenang.
Nak, larilah sebelim engkau usur
Dan elok-elok tersungkur,
Pakailah sikap lurus dan jujur
Moga engkau orang yang mujur.
Nak, tak usah tengok kebelakang
Lawanlah badai penghadang,
Jangan engkau pulang
Sebelim engkau jadi orang.
Nak, terbanglah bak elang pulai
Melonpatlah bak tupai,
Disana janganlah engkau lalai
Supaya cita-citamu tercapai.
Nak, emak hanya bias berkoar
Supaya engkau tak masuk bondar,
Meskipun engkau terkapar
Tauhidmu, tolomg jangan pudar.
Nak, lihatlah bangau itu terbang
Lalu turun menuju kubang,
Jika engkau telah menjadi orang
Bergegaslah engkau pulang.
pnm, 16 nov 2009
karya : wirman susandi
mahasiswa uin suska riau
jurusan BK angkatan 08
cp :085278057932
sajak perangai anak negeri
punya tak usah didendangkan
hilang tak usah dibedukkan
cukup ditaruh dalam simpanan
bak durian ditengah hutan
baunya menebar keperkampungan
baik buruk akan ketahuan
semua tampak dari kelakuan.
kalau badan terlalu gembira
semua amal jadi riya
jika hati terlalu sedih
murtad dibadan akan menjadi-jadi
biar badan bercerai jasat
sampai jantung tersumbat
aku akan tetap kuat
demi hidup bermartabat
buat apa segudang nyawa
berlapis sejuta pengawal
tapi, sama saja lemah
ahir badan jua berjodoh ajal
biar terpenjara dalam kemiskinan
asal martabat suai menuhan
dari pada merdeka dalam kekayaan
tapi, budi perangai terbinatangkan
bila qalbu terkulai mati
perangaipun tak manusiawi
sampai semua nak dimiliki
itu tanda orang tak tau diri
mengapa negeri ini selalu risau?
tak lepas dari amuk dan kacau
semua buta karena harta memukau
itu sebab, perangai beradat tak terhirau
esok pagi, tak payah aku diimbau
hanya pelepas hatimu yang galau
bukan maksud hatiku nak merajuk
hanya janjimu, membuat aku muak
tak pernah tepat, karna kau terlalu sangat tamak
tengok, orang dinegeri ini saling mencaci
saling menelanjangi demi kursi
bagaimana damai hendak dirasai
bila perangai anak negeri membabi
bila kita nak selamat dunia ahirat
Mari bersihkan hati serta lurusi niat
Dengan sendiri perangai terarah
Perangai beradat suai agama.
pnm, 14 nov 2009
hilang tak usah dibedukkan
cukup ditaruh dalam simpanan
bak durian ditengah hutan
baunya menebar keperkampungan
baik buruk akan ketahuan
semua tampak dari kelakuan.
kalau badan terlalu gembira
semua amal jadi riya
jika hati terlalu sedih
murtad dibadan akan menjadi-jadi
biar badan bercerai jasat
sampai jantung tersumbat
aku akan tetap kuat
demi hidup bermartabat
buat apa segudang nyawa
berlapis sejuta pengawal
tapi, sama saja lemah
ahir badan jua berjodoh ajal
biar terpenjara dalam kemiskinan
asal martabat suai menuhan
dari pada merdeka dalam kekayaan
tapi, budi perangai terbinatangkan
bila qalbu terkulai mati
perangaipun tak manusiawi
sampai semua nak dimiliki
itu tanda orang tak tau diri
mengapa negeri ini selalu risau?
tak lepas dari amuk dan kacau
semua buta karena harta memukau
itu sebab, perangai beradat tak terhirau
esok pagi, tak payah aku diimbau
hanya pelepas hatimu yang galau
bukan maksud hatiku nak merajuk
hanya janjimu, membuat aku muak
tak pernah tepat, karna kau terlalu sangat tamak
tengok, orang dinegeri ini saling mencaci
saling menelanjangi demi kursi
bagaimana damai hendak dirasai
bila perangai anak negeri membabi
bila kita nak selamat dunia ahirat
Mari bersihkan hati serta lurusi niat
Dengan sendiri perangai terarah
Perangai beradat suai agama.
pnm, 14 nov 2009
Jumat, 11 Desember 2009
MISTERI TANGISAN PERDANAKU
Hampir seperempat abad
Aku jalani hidup ini
Berbagai lika-liku kehidupan
Telah aku lalui
Terkadang tertawa ria,,
Terkadang menangis pilu.
Mengantarkan aku disini
Merasakan getirnya kehidupan.
Aku terus berlari
mencari arti tangisan perdanaku
memburu secerca asa
dalam setakar zaman
buat bunda tercinta
engkau laksana srikandi
penerang dimalamku nan kelam,
andai…
gunung himalaya gundukan permata,
bentangan samudra bak mutiara.
Semuanya,,belum seberapa dengan jasamu
Engkau tak pinta itu.
Terimalah pengabdianku
Yang selalu kau idamkan..
Bunda..
Aku rindu pelukanmu
Kehangatanmu dulu.
Hanya doamu yang selalu menyertaiku.
Menggapai bintang diangkasa,
Merangkul mentari,bersanding rembulan.
Memecah misteri tangisan perdanaku..
Tuhan…
Dalam lintasanku
Mencari arti tangisan perdanaku
Aku tersadar,
Umurku berkurang dalam takaran
Dan hanya tinggal sekilas bayangan diufuk barat
Tenggelam bersama senja
Tuhan..
Dalam rentangan masa,
Memecah tangisan penuh misteri
Aku tau,
Usiaku telah bertambah
Seiring putaran waktu
Yang tak pernah kembali
Aku jalani hidup ini
Berbagai lika-liku kehidupan
Telah aku lalui
Terkadang tertawa ria,,
Terkadang menangis pilu.
Mengantarkan aku disini
Merasakan getirnya kehidupan.
Aku terus berlari
mencari arti tangisan perdanaku
memburu secerca asa
dalam setakar zaman
buat bunda tercinta
engkau laksana srikandi
penerang dimalamku nan kelam,
andai…
gunung himalaya gundukan permata,
bentangan samudra bak mutiara.
Semuanya,,belum seberapa dengan jasamu
Engkau tak pinta itu.
Terimalah pengabdianku
Yang selalu kau idamkan..
Bunda..
Aku rindu pelukanmu
Kehangatanmu dulu.
Hanya doamu yang selalu menyertaiku.
Menggapai bintang diangkasa,
Merangkul mentari,bersanding rembulan.
Memecah misteri tangisan perdanaku..
Tuhan…
Dalam lintasanku
Mencari arti tangisan perdanaku
Aku tersadar,
Umurku berkurang dalam takaran
Dan hanya tinggal sekilas bayangan diufuk barat
Tenggelam bersama senja
Tuhan..
Dalam rentangan masa,
Memecah tangisan penuh misteri
Aku tau,
Usiaku telah bertambah
Seiring putaran waktu
Yang tak pernah kembali
sejuta kata untuk satu rasa
diruang yang berkarbon.
aku tersudut mati,
setelah lelah menyelam dikanal-kanal kekeringan
berdiri diantara tiang-tiang yang pincang,,
memulung sisa-sisa cinta dalam tong yang terbuang.
mengemis secangkir kasih sayang,,
yang telah hilang bersama senjamu..
mungkinkah aku mendapatkannya???
aku tersudut mati,
setelah lelah menyelam dikanal-kanal kekeringan
berdiri diantara tiang-tiang yang pincang,,
memulung sisa-sisa cinta dalam tong yang terbuang.
mengemis secangkir kasih sayang,,
yang telah hilang bersama senjamu..
mungkinkah aku mendapatkannya???
Langganan:
Postingan (Atom)
