punya tak usah didendangkan
hilang tak usah dibedukkan
cukup ditaruh dalam simpanan
bak durian ditengah hutan
baunya menebar keperkampungan
baik buruk akan ketahuan
semua tampak dari kelakuan.
kalau badan terlalu gembira
semua amal jadi riya
jika hati terlalu sedih
murtad dibadan akan menjadi-jadi
biar badan bercerai jasat
sampai jantung tersumbat
aku akan tetap kuat
demi hidup bermartabat
buat apa segudang nyawa
berlapis sejuta pengawal
tapi, sama saja lemah
ahir badan jua berjodoh ajal
biar terpenjara dalam kemiskinan
asal martabat suai menuhan
dari pada merdeka dalam kekayaan
tapi, budi perangai terbinatangkan
bila qalbu terkulai mati
perangaipun tak manusiawi
sampai semua nak dimiliki
itu tanda orang tak tau diri
mengapa negeri ini selalu risau?
tak lepas dari amuk dan kacau
semua buta karena harta memukau
itu sebab, perangai beradat tak terhirau
esok pagi, tak payah aku diimbau
hanya pelepas hatimu yang galau
bukan maksud hatiku nak merajuk
hanya janjimu, membuat aku muak
tak pernah tepat, karna kau terlalu sangat tamak
tengok, orang dinegeri ini saling mencaci
saling menelanjangi demi kursi
bagaimana damai hendak dirasai
bila perangai anak negeri membabi
bila kita nak selamat dunia ahirat
Mari bersihkan hati serta lurusi niat
Dengan sendiri perangai terarah
Perangai beradat suai agama.
pnm, 14 nov 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar